Ketika maraknya penyakit demam berdarah (DBD) di satu lingkungan, biasanya akan dilakukan fogging pada wilayah tersebut baik perumahan atau tempat umum pun menjadi titik penyemprotan fogging guna mengurangi penyebaran kasus demam berdarah. Jangan Asal pilih Jasa Fogging Nyamuk, lebih baik kenali terlebih dahulu jenis-jenis fogging sehingga bisa menentukan jenis fogging mana yang lebih baik.
Thermal Fogging merupakan fogging yang banyak digunakan dan dikenal masyarakat Indonesia. tetapi tahu tidak jika fogging jenis ini dapat membahayakan dan juga ada jenis fogging lainnya yang lebih ramah lingkungan.
Thermal fogging atau hot fogging sendiri merupakan jenis fogging yang mengeluarkan banyak asap akibat pembakaran solar & pestisida, menghasilkan uap panas dan dapat merusak permukaan benda. hal ini tentunya bisa membahayakan pernapasan dan merusak lingkungan karena pembakaran pestisida tersebut meninggalkan noda minyak dan mengakibatkan polusi udara. selain ini suara yang dihasilkan juga dinilai cukup keras.
Thermal fogging atau hot fogging terdapat Cold Fogging yang lebih ramah lingkungan. Keunggulan menggunakan metode cold fogging ini selain ramah lingkungan, hasilnya juga bisa lebih efektif, dikarenakan pestisida yang digunakan tidak terbakar, serta tidak meninggalkan noda minyak, dan yang paling penting tidak mengakibatkan polusi udara.
Cold fogging adalah metode pengasapan dengan menggunakan alat fogging yang menghasilkan uap dingin. Metode ini biasanya berfungsi untuk membasmi hama, seperti nyamuk, lalat, dan rayap. Pada cold fogging, pestisida tercampur dengan air dan dialirkan ke alat fogging. Alat fogging akan menghasilkan uap dingin yang mengandung pestisida. Uap dingin ini akan menyebar ke seluruh ruangan dan membasmi hama yang ada di dalamnya.
Cold fogging dapat membasmi hama dengan efektif, termasuk hama yang bersembunyi di tempat-tempat yang sulit terjangkau. Cold Fogging Tidak menghasilkan asap atau bau yang berbahaya bagi manusia dan hewan.sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.
Selain Fogging Nyamuk, Program 3M sendiri dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk Aedes Aegypti seperti Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas atau memusnahkan barang yang sudah tidak terpakai.